Ditemukan tiga bulan lalu di sebuah lubang permata, safir itu dipajang di rumah salah satu pemilik lubang permata di Horana, 45 kilometer (28 mil) selatan Kolombo, Sri Langka.
Sekelompok biksu Buddha meneriakkan berkah untuk batu permata sebelum diresmikan.
Melansir Daily Sabah, batu itu ditemukan di daerah Ratnapura yang kaya permata di mana penduduk setempat sebelumnya menemukan gugusan safir bintang terbesar di dunia di halaman belakang secara tidak sengaja.
Wilayah ini dikenal sebagai ibu kota permata negara Asia Selatan,
yang merupakan pengekspor batu safir dan permata berharga lainnya. Tahun lalu, badan industri perhiasan dan permata lokal melaporkan Sri Langka memperoleh sekitar setengah miliar dolar melalui ekspor permata, berlian dan perhiasan lainnya.
Video Terkait
http://dlvr.it/SFXp8h
http://dlvr.it/SFXp8h
